Tidak ada Demo anti-Ahok pada hari Jumat, hanya Doa Massal: Jokowi

318
2587
Presiden Joko "Jokowi" Widodo, mengatakan pada di Selasa bahwa pada Jumat nanti tidak akan ada demonstrasi, hanya doa massal. (Jakarta post/Wienda Parwitasari)


Jakarta – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan ia menganggap reli yang direncanakan di Taman Monumen Nasional (Monas), Jumat nanti adalah suatu doa massal daripada demonstrasi menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

“Siapa yang mengatakan itu demo? Mereka hanya akan berdoa bersama sebelum dan sesudah shalat Jumat, “kata Jokowi di Monas, Jakarta Pusat, Selasa, seperti dilansir kompas.com.

Mengacu pada pertemuan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan perwakilan dari kelompok penyelenggaraan acara, ia mengucapkan doa massal, bukan demonstrasi, telah disepakati. “Komitmen [dibuat pada pertemuan tersebut] adalah untuk mengadakan doa massal, bukan demonstrasi.”

Pada hari Senin, Tito bertemu pemimpin Gerakan Nasional Pengawal Fatwa dan Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Rizieq Shihab, dan mereka setuju untuk membatasi acara di daerah Monas.

Rizieq, yang juga pemimpin garis keras Front Pembela Islam (FPI), sebelumnya bersikeras bahwa kelompok itu akan melakukan shalat Jumat di sepanjang Jl. MH. Thamrin dan Jl. Sudirman.

Kelompok ini menuntut polisi agar menahan Ahok untuk laporan yang mereka klaim adalah perbuatan menghujat dari gubernur, seorang Kristen keturunan Cina, yang dilakukan selama pidato pada bulan September.

Hingga 600.000 orang diperkirakan bergabung dalam doa massal di Monas.

Pada 4 November, puluhan ribu orang berunjuk rasa di depan Istana Presiden, menuntut polisi untuk membuat Ahok sebagai tersangka karena penghujatan. Segera setelah rally, polisi menunjuk Ahok sebagai tersangka penghujatan.

318 comments

× You need to log in to enter the discussion
1 30 31 32