Tetap tenang dan Lakukan Bisnis seperti Biasa : Jokowi

16
464
Jakarta, Indonesia. (Tempo/Tony Hartawan)


Jakarta – Bisnis harus tetap tenang dan melanjutkan kegiatan mereka di tengah meningkatnya ketegangan politik dimana Presiden Joko “Jokowi” Widodo meyakinkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Berbicara dalam acara Bankir Tahunan Bank Indonesia (BI) pada Selasa malam, Jokowi mengakui bahwa negara kita sedang mengalami peningkatan ketegangan dalam iklim politik menyusul protes besar-besaran terkait dengan kasus dugaan penghujatan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama di depan pemilihan Gubernur kota ini pada Februari tahun depan.

Dia mengatakan dia disibukkan oleh isu-isu politik, yang sebelumnya ia mengakui keterlibatan “aktor politik”, namun menekankan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Saya sibuk mengelola masalah, tapi itu benar-benar baik-baik saja. Ketegangan hanya menjadi sedikit lebih hangat setiap kali ada pemilu regional. Saya telah mengalaminya sendiri selama pemilihan Gubernur 2012 [Jakarta], “kata Jokowi di hadapan ratusan bankir, pejabat pemerintah dan pengusaha menghadiri acara tersebut.

Menekankan keyakinannya, Jokowi mengatakan kepada analis dan ekonom jangan berkontribusi pada ketegangan politik yang sudah meningkat dengan komentar tidak bertanggung jawab dan meminta pengusaha untuk tetap tenang.

“Kami [Indonesia] tampaknya suka dengan gosip dan rumor dimana kita cenderung untuk membesar-besarkan hal-hal sepele. Hal ini menjadi kendala bagi kita untuk bersikap optimis. Indonesia menempati urutan kedua setelah China sebagai negara yang paling optimis menurut sebuah survei terbaru, tetapi kenyataannya adalah, kita kadang-kadang muncul pesimis, “katanya.

Jokowi juga meminta bankir dan pengusaha untuk tetap optimis tentang ekonomi saat ia mengecilkan ketidakpastian global yang meningkat menyusul kemenangan tak terduga Donald Trump yang terpilih sebagai presiden US, yang berjanji akan proteksionisme dan pertumbuhan pesat dengan membawa kembali pekerjaan ke negaranya (US).

Pasar global telah bereaksi terhadap kemungkinan meningkatnya rencana Federal Reserve AS untuk menaikkan suku dana lebih cepat untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang besar, tetapi Jokowi mengatakan Trump tetap seorang pengusaha yang tidak akan sembrono dengan kebijakan yang dapat merusak ekonomi dunia.

Dengan keyakinan seperti itu, ia mengatakan, pemerintah akan melanjutkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian domestik dengan menekankan tiga hal utama: memerangi pungutan liar, memotong birokrasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur, yang telah didukung oleh realokasi subsidi bahan bakar untuk sektor yang lebih produktif.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dalam perekonomian terbesar di Asia Tenggara melambat menjadi 5,02 persen pada periode Juli-September, lebih rendah dari 5,19 persen pada kuartal sebelumnya karena penurunan belanja pemerintah dan ekspor.

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardojo menunjukkan tiga potensi besar dalam perekonomian domestik yang dapat ditingkatkan untuk mendukung ketahanan, yaitu kebijakan fiskal yang realistis dan menengah, hasil yang lebih tinggi dari hasil yang diharapkan dari amnesti pajak dan pengembangan ekonomi digital.

Agus juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas di tengah meningkatnya ketidakpastian global sementara pada saat yang sama mendukung pertumbuhan ekonomi secara langsung atau tidak langsung melalui kebijakan moneter bank sentral.

Bank sentral telah menyiapkan beberapa langkah-langkah baru untuk tahun depan, khususnya di bidang operasi moneter dengan memperkenalkan “Giro Wajib Minimum (GWM)” dan meningkatkan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai instrumen moneter.

Kebijakan GWM baru ini diharapkan untuk membantu bank-bank menjadi lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas mereka karena mereka akan diizinkan untuk mempertahankan rasio GWM rata dalam jangka waktu tertentu saja.

Ekonom Bahana Securities Fakhrul Fulvian mengatakan rata-rata GWM bisa membantu bank memecahkan masalah likuiditas yang ketat karena mereka tidak perlu membayar GWM setiap hari, menciptakan lebih banyak ruang untuk penyaluran kredit mereka.

16 comments

× You need to log in to enter the discussion