Tersangka Teroris yang ditangkap di Jawa Barat ‘berencana menyerang polisi’

22
1927
Juru bicara Kepolisian Nasional Brig. Jenderal Rikwanto (kiri), diapit oleh analis kebijakan polisi Kombes. Sulistyo Pudjo Hartono (kanan), menunjukkan pada 26 Desember surat yang ditulis oleh salah satu tersangka ditangkap di Purwakarta, Jawa Barat pada 25 Desember (Antara/Reno Esnir)


Keempat tersangka teroris ditangkap di rumah perahu di Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, pada hari Minggu mereka pun telah merencanakan untuk melakukan serangan terhadap polisi selama acara perayaan Tahun Baru, Polri, Senin.

Juru bicara Kepolisian Nasional Brig. Jenderal Rikwanto mengatakan empat orang tersebut telah merencanakan untuk melakukan serangan dengan menggunakan parang dan pisau karena mereka menganggap polisi sebagai musuh mereka karena telah menggagalkan beberapa rencana serangan mereka.

“Mereka menganggap polisi sebagai ‘ansharut’ [orang-orang yang tidak taat aturan Allah],” kata Rikwanto.

Pada hari Minggu, polisi Densus 88 skuad antiterorisme menembak mati dua tersangka teroris dan menangkap dua orang lainnya di papan perahu di Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Kedua pria ditembak mati diidentifikasi sebagai Abu Sovi dan Abu Fais, yang diduga pemimpin kelompok, sementara dua pria yang ditangkap telah dinobatkan sebagai Rizal dan Ivan Rahmat Syarif.

Polisi mengatakan dua tersangka ditembak mati karena mereka mengabaikan lima tembakan peringatan dan berusaha menyerang petugas.

Polisi sedang mempertanyakan Rizal dan Ivan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kelompok mereka.

Keempat tersangka teroris telah merencanakan serangan mereka secara rinci dengan peran yang sudah ditugaskan ke masing-masing individual. Rikwanto mengatakan dua orang ditugaskan untuk melaksanakan serangan di kantor polisi sementara dua orang lain berjaga-jaga dan siaga di luar kantor polisi sehingga ke-empatnya bisa dengan mudah melarikan diri setelah serangan itu.

22 comments

× You need to log in to enter the discussion