Sukses Uji Tembak Rudah Musudan, Korut Yakin Bisa Serang AS

0
1216
Foto : Kyodo/Reuters

Kantor berita Korea Utara KCNA mengumumkan keberhasilan ujicoba dua buah rudal balistik jarak menengah Musudan. Pengumuman muncul setelah pada Rabu pagi, pihak militer Korut menguji Musudan atau dikenal sebagai Hwangsong-10.

Keberhasilan itu membuat diktator muda Korut, Kim Jong-un, yakin bisa menyerang Amerika Serikat (AS) di kawasan Pasifik.

Namun klaim korut itu diragukan oleh pihak militer AS dan Korea Selatan yang meyakini bahwa satu dari dua rudal Musudan yang diuji tembak rezim Kim Jong-un mengalami kegagalan.

Sejumlah media AS dan Korea Selatan yang mengutip sumber-sumber militer melaporkan, bahwa peluncuran rudal pertama oleh Korut pada hari Rabu diyakini berhasil. Namun, peluncuran rudal yang kedua diduga mengalami beberapa masalah yang disimpulkan militer AS dan Korea Selatan sebagai kegagalan.

Rudal balistik jarak menengah Musudan diklaim bisa menjangkau kepentingan AS di Pasifik yang berjarak sekitar 3.500 kilometer.

Aksi Korut tersebut mengundak reaksi keras dari negara – negara sekitar semenanjung Korea. Jepang, Korea Selatan serta sekutu mereka AS, mengecam uji tembak rudal balistik Korut sebagai tindakan provokatif. Ketiga negara itu mendesak masyarakat internasional untuk menindak perilaku Pyongyang.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menyebut uji coba rudal balistik terbaru Korut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. ”Dan pelanggaran berat Korut atas kewajiban internasional dan resolusi DK PBB,” kata wakil juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq.

”Uji tembak berhasil dilakukan tanpa memberikan efek sedikit pun pada keamanan negara-negara sekitar,” bunyi pengumuman yang dirilis KCNA, semalam.

Dalam pengumuman itu, Kim Jong-un disebut mengawasi langsung uji tembak rudal balistik Musudan.

”Arus uji tembak menandai kesempatan penting dalam peningkatan kapasitas serangan nuklir dari negara kita,” kata Kim Jong-un, yang dikutip Yonhap, Kamis (23/6/2016).

”Kami memiliki keyakinan soal kemampuan untuk menyerang secara keseluruhan dan praktis terhadap (kepentingan) Amerika di Pasifik.”

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion