Soal Helikopter Presiden, DPR Himbau TNI AU Cinta Produk Dalam Negeri

0
500
Pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia

Rencana pembelian helikopter AgustaWestland AW101 untuk menggantikan helikopter kepresidenan jenis Superpuma oleh Pemerintah melalui TNI Angkatan Udara (AU) mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai, pembelian alutsista sudah memiliki aturannya sendiri. Yang pertama adalah keharusan untuk membeli produksi dalam negeri apabila sudah ada.

“Kami berharap TNI AU tetap konsisten menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan UU (Undang-undang) Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan,” ujar Sukmata, Senin (30/11/2015).

Kemudian yang kedua seperti yang dijelaskan oleh politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, jika tidak ada produk dalam negeri maka harus ada kewajiban transfer of technology untuk kerja sama dengan industri lokal.

“Sesuai Pasal 43 Ayat 5 yaitu harus mengikut sertakan industri pertahanan dalam negeri, adanya kewajiban alih teknologi, adanya imbal dagang, mengikuti ketentuan kandungan lokal, aturan ofset dan lain-lain,” ucap Sukamta.

Untuk melakukan hal tersebut, TNI harus mendapat izin dari presiden karena presiden adalah Ketua  Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sesuai Pasal 22 dalam UU.

Poin ketiga, kalaupun akan dilakukan hal yang kedua, maka juga harus dilakukan prosedur tender dengan tidak menyebut nama.

“Saya berharap kita tidak mengambil opsi kedua. Majunya industri pertahanan ini membutuhkan komitmen bersama semua anak bangsa,” tegas Sukamta.

Menurutnya, siapa lagi yang mau menggunakan produk dalam negeri, kalau bangsa sendiri tidak mau menggunakannya . Sukamta mengatakan, dengan membeli dari PT Dirgantara Indonesia (DI), maka 30 persen dari uang rakyat itu akan kembali ke negara.

“Setidaknya dalam bentuk pembelian bahan baku lokal, dan lebih 1.000 anak bangsa bisa melanjutkan hidupnya dari perusahaan ini. Kalau ada hal yang kurang, baik teknis maupun tata kelolanya, ya kita perbaiki bersama,” tandas Sukamta.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion