Setelah Bom Paris, Salon Ini Tolak Pelanggan Muslim

0
123

Sentimen negatif pasca teror bom di Paris yang menewaskan 132 orang terhadap umat islam yang tinggal di Eropa terus bergulir,

Salah satunya terjadi di Bicester, Oxfordshire, Inggris. Sebuah salon kecantikan bernama “Blinks of Bicester”, menyatakan takkan mau menerima, apalagi melayani klien atau pelanggan yang beragama Islam.

“Blinks of Bicester tidak lagi menerima reservasi dari siapapun yang beragama Islam, baik Anda warga Inggris yang dilengkapi paspor atau tidak,” tulis wanita itu di akun Facebook, seperti disitat DailyStar, Senin (16/11/2015).

Posting-an itu muncul tak lama setelah teror Paris terjadi, di mana salah satu korbannya adalah warga Inggris, Nick Alexander (36) yang turut tewas akibat penembakan di Teater Bataclan, Paris.

Kontan saja, tulisan provokatif dan rasis itu pun dibanjiri kecaman. Salah satu yang menanggapinya adalah Scott Woods, yang memberi komentar di posting-an tersebut: “Anda bisa membuat bulu mata palsu untuk membodohi orang, tapi Anda tetap tak berpendidikan. Anda harus banyak belajar, dasar orang bodoh dan rasis!,”.

Selain sejumlah kecaman, protes dan laporan resmi ke kepolisian akhirnya membawa wanita itu diseret ke Kantor Kepolisian Thames Valley.

Dikutip dari harian huffingtonpost.co.uk, juru bicara kepolisian Thames Valley melaporkan bahwa pihaknya telah menangkap seorang wanita berusia 43 tahun. “Kami telah menangkap wanita berusia 43 tahun di Bicester hari ini, setelah adanya serangkaian keluhan tentang pelecehan dan rasisme di media sosial,”

“Wanita itu ditahan karena melanggar pasal 19 Undang-Undang Ketertiban Umum yang berkaitan dengan materi tertulis yang mengancam, melecehkan atau menhina dengan niat menggiring kebencian rasial dan melahirkan komunikasi yang berbahaya. Kami menanggapi dengan serius keluhan yang ada dan akan kami investigasi,”.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion