Pemerkosa Putri Sendiri Selama 23 Tahun dibebaskan dari Penjara

6
3898
Ronald Der Plaat, pemerkosa putri sendiri selama 23 tahun

Seorang  pria warga negara Selandia Baru yang telah menyekap putrinya sendiri sebagai budak seksnya selama 23 tahun telah dibebaskan dari penjara.

Ronald Van der Plaat (82 tahun), Seorang pria warga negara Selandia Baru yang ditahan akibat perbuatan kejinya yaitu dengan menyekap putrinya kandungnya sendiri dan menjadikannya sebagai budak seksnya hampir selama 23 tahun telah dibebaskan dari penjara.

Ronald Van der Plaat (kanan), 82, dikirim ke penjara selama 15 tahun di 2001 karena mengantung putrinya, Tanjas Darke (kiri) diatas plafondan memerkosanya
Ronald Van der Plaat (kanan), 82, dikirim ke penjara selama 15 tahun di 2001 karena mengantung putrinya, Tanjas Darke (kiri) diatas plafon dan memerkosanya

Kebebasan Laki-laki tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat sekitar pinggiran kota Auckland bahwa kakek bejat itu akan mengulangi perbuatannya.

Seperti dirilis The Independent, Kamis (12/5/2016). Van der Plaat dikirim ke rumahnya di Auckland dengan pantauan GPS selama 24 jam sehari untuk enam bulan kedepan.

Van Der Plaat mendekam di penjara selama 15 tahun, setelah pada tahun 2001 hakim memutuskan dia terbukti bersalah telah melakukan kekerasan seksual atas putri kandungnya sendiri, meskipun sempat menghirup udara bebas pada tahun 2010, tahun 2012 pengadilan kembali memerintahkan untuk mejebloskan Van Der Plaat ke penjara seteah tertangkap basah bergandengan tangan dengan seorang gadis dibawah umur.

Pria kelahiran Belanda itu sebenarnya sedang menjalani bebas bersyarat dengan sejumlah pembatasan. Ia dilarang mendekati anak sekolah, tempat parkir, atau tempat umum lainnya.

Menurut ketentuan, Der Plaat dikenai pembebasan bersyarat. Dia tidak diperbolehkan untuk berhubungan dengan orang di bawah usia 16 tahun, kecuali diawasi oleh orang dewasa yang mengetahui riwayatnya dan harus mendapat persetujuan oleh pihak terkait.

Der Plaat dibebaskan pada Rabu (12/5/2016) dan dikembalikan ke rumahnya di Te Atatu, di pinggiran Auckland. Tempat dimana terakhir kalinya dia menyekap dan memerkosa putrinya.

Untuk diketahui, Kasus Der Plaat berawal di Pulau Vanuatu, ketika putrinya TD yang masih saat itu masih berumur 9 tahun diperkosa dan dijadikan budak seks.

Pasca kemerdekaan Vanuatu pada tahun 1980, Der Plaat hijrah ke Auckland. Kemudian TD menulis sebuah buku tentang pengalamannya di mana ia menggambarkan penyalahgunaan terhadap dirinya sampai ia hamil pada 12 tahun dan kemudian mengalami keguguran.

Phil Twyford, Anggota dewan setempat mengatakan, ada kekhawatiran luas di masyarakat tentang risiko yang mungkin dapat ditimbulkan akibat tindakan Der Plaat yang memiliki sejarah perilaku buruk dan mengerikan.

Kediaman Van Der Plaat hanya berjarak 400 meter dari sebuah sekolah dasar. Seorang warga setempat mengatakan kepada NewsHub, ia takkan membuarkan anaknya berjalan kaki lagi.

Tetangga lain, Teresa Thomson, mengatakan, lingkungannya akan “mengawasi” perilaku lelaki tua itu. Baiknya ia diikat dan jangan membiarkannya berkeliaran.

GPS tracker yang akan dipakai Ronald Der Plaat.
GPS tracker yang akan dipakai Ronald Der Plaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leslie Ashwood, tetangga Der Plaat, mengatakan, “Jika dia hanya dilengkapi pelacakan GPS selama enam bulan, itu tidak cukup. Harus diberikan untuk jangka panjang.”

6 comments

× You need to log in to enter the discussion