Kami Muslim yang taat, tidak tersinggung dengan pernyataan Ahok : warga Kepulauan Seribu

371
10920
"Mengapa membuat keributan?" Sekretaris jenderal Jakarta bab dari Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin, membuat pernyataan kepada pers tentang laporannya ke polisi terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama pada 5 Januari. (Antara/Sigid Kurniawan)


Warga Kepulauan Seribu mengatakan bahwa mereka tidak merasa tersinggung oleh pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama tentang sebuah ayat dari Al-Qur’an, menolak tuduhan oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) yang mengatakan bahwa mereka “kurang Muslim”.

“Novel? Dia mengatakan Islam di Kepulauan Seribu bukan Islam. Hanya dua non-Muslim yang berada di pulau, “salah satu warga, Saadah, mengatakan kepada kompas.com pada hari Minggu, pernyataan tersebut mengacu kepada Novel Bamukmin, sekretaris jenderal bab FPI Jakarta.

Saadah mengatakan bahwa warga Pulau Pramuka, salah satu dari banyak pulau di kabupaten, merupakan Muslim.

Ketua dewan Masjid besar Al Makmuriah Faturrahman, 70, mengatakan, banyak warga non-Muslim hidup dalam damai dan harmoni di pulau-pulau dan beberapa dari mereka masuk Islam tanpa paksaan.

“Teman saya masuk Islam. Ia sempat menjadi kepala sekolah SMP, “kata Faturrahman, mantan guru dan telah tinggal di Pulau Pramuka sejak tahun 1970.

Faturrahman dan Saadah, menghadiri acara di pulau itu pada bulan September ketika Ahok membuat pernyataan yang selanjutnya dianggap kontroversial, mengklaim bahwa apa Ahok katakan tidak menghina dan tidak memfitnah Islam.

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pekan lalu, Novel menyebut warga yang tertawa setelah mendengar pernyataan Ahok adalah masyarakat “jelata”.

371 comments

× You need to log in to enter the discussion
1 36 37 38