Militer dan Polisi Siaga Penuh

351
5339
Massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan longmars menuju Bareskrim dan Balai kota di Jakarta, Jumat (14/10). Mereka meminta pihak kepolisian untuk memproses hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung umat muslim beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye/16


Jakarta – Ribuan polisi dan personil militer sedang dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan pecahnya kekerasan saat demonstrasi, dimana akan nada ribuan barisan penganut Islam dari luar Jakarta, akan memadati jalanan ibukota pada hari Jumat.

Jakarta masuk siaga tinggi setelah informasi mulai disebarkan dalam media online dan offline dimana hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrimis dari seluruh negeri akan berduyun-duyun datang ke kota Jakarta dengan permintaan bagi pihak yang berwenang untuk mengadili Gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama atas penghujatan.

Juru bicara militer (TNI) Indonesia Brig. Jenderal Wuryanto telah mengkonfirmasi bahwa rencana TNI untuk menyebarkan sekitar 500 personil termasuk dari cabang elit, seperti Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Pasukan Khusus Angkatan Udara (Paskas), untuk mendukung sekitar 7.000 petugas yang dikerahkan oleh Polda Metro Jaya .

Personil juga akan bertugas untuk memberikan bantuan keamanan di daerah vital seperti bandara, terminal bus dan kantor-kantor pemerintah.

Wuryanto mengatakan TNI telah mengetahui protes massa yang akan terjadi pada 4 November nanti oleh organisasi Islam bisa eskalasi dengan cepat menjadi kekerasan dan oleh karena itu pihak militer telah menanggapi panggilan polisi untuk membantu.

“Ya, tingkat ketegangan cukup tinggi karena semua orang telah mengetahui tentang apa yang akan terjadi 4 November nanti. Pihak militer telah mendorong organisasi Islam untuk tidak mengirimkan anggota ke Jakarta. Kami berharap mereka dapat mendengarkan saran kami, “kata Wuryanto ke The Jakarta Post pada hari Minggu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui bahwa polisi telah berkoordinasi dengan TNI setelah Polri Brigade Mobil (Brimob) menggeluarkan tingkat keamanan tertinggi, yang dikenal sebagai “Siaga 1”.

Banyak yang melihat perkembangan ini sebagai indikasi ancaman keamanan tingkat tinggi di ibukota karena tidak umum untuk melihat TNI yang dikerahkan untuk membantu mengatasi demonstrasi sipil.

Menanggapi status “Siaga 1” tersebut, sekitar 1.000 personil Brimob telah dikirim ke ibukota Jakarta atas perintah dari polisi untuk standby berjaga-jaga, dikatakan oleh juru bicara Kepolisian Nasional Brig. Jenderal Agus Rianto, pada hari Minggu.

“Kami telah mengerahkan personel dari luar Jakarta untuk membantu Polda Metro Jaya dalam memberikan pelayanan yang tepat kepada masyarakat, terutama ketika demonstrasi terjadi,” kata Agus Post.

“Diperkirakan bahwa ini akan menjadi demonstrasi besar,” tambahnya.

Reli pada 4 November akan menjadi demonstrasi kedua yang cukup besar melawan Gubernur, yang pertama terjadi pada 10 Oktober. Para pengunjuk rasa, yang sebagian besar adalah penganut Islam, menuntut agar Polisi menangkap dan menuntut Ahok, yang saat ini sedang cuti untuk kampanye pemilihan Gubernur Jakarta, atas penodaan agama setelah beberapa merasa gubernur telah menghina Islam saat Ahok mengutip sebuah ayat dari Al-Qur’an.

Ahok telah meminta maaf atas pernyataan itu, tapi untuk para demonstran ini tidak cukup.

Juga pada hari Minggu, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Awi Setiyono menjelaskan bahwa tidak ada perintah “tembak di tempat” yang dikeluarkan sehubungan dengan aksi unjuk rasa ini.

“Jangan memprovokasi dan membuat situasi semakin memanas,” kata Awi, menambahkan bahwa polisi tidak diizinkan untuk membawa senjata api saat mengamankan aksi unjuk rasa.

Tito telah meminta masyarakat supaya tidak mudah terprovokasi oleh distribusi informasi palsu di internet, khususnya informasi yang menunjukkan bahwa reli akan turun ke dalam kekacauan.

Polisi belum memastikan skala penuh protes. Namun, banyak organisasi Islam telah menyerukan umat Islam untuk mengambil bagian.

Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab Ketua, misalnya, telah meminta semua umat Islam untuk mengambil bagian dalam reli di website resminya www.habibrizieq.com.

Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), mengatakan pihaknya akan mendorong anggotanya untuk menahan diri dari mengambil bagian dalam demonstrasi dan akan melarang penggunaan simbol-simbol NU pada rapat umum tersebut.

Habib Rizieq minta sekolah dan kantor beri libur untuk aksi demo 4 November.
Habib Rizieq minta sekolah dan kantor beri libur untuk aksi demo 4 November.

NU mencurigai bahwa demonstrasi membawa tujuan “tersembunyi” yang “lebih besar dari tujuan untuk menuntut proses pidana terhadap Ahok.”

“Saya takut bahwa reli ini didorong oleh pihak ketiga yang mempunyai masalah yang lebih besar dari sekedar pemilihan Gubernur Jakarta,” kata Ketua Umum DPP NU Said Aqil Siradj, Sabtu.

Ketegangan terus meningkat menjelang pemilihan Gubernur Jakarta yang sangat diantisipasi. Ahok dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat akan bersaing melawan dua pasangan calon lainnya, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Anies dan Sandiaga mengatakan mereka tidak akan mengambil bagian dalam demonstrasi 4 November nanti. “Kami berkonsentrasi untuk memenangkan pemilihan Gubernur. Kami tidak akan mengambil bagian dalam kegiatan yang tidak terkait dengan pemilihan umum, “kata Anies.

351 comments

× You need to log in to enter the discussion
  • Semoga penista agama segera di tangkap, jangan sampai karena menuntut keadilan malah umat Islam yg dikorbankan sedangkan penista agama dilindungi. Semoga jokowi sadar tidak mengorbankan umat Islam dan melindungi penista agama.
1 34 35 36