Larso Nekat Santroni Ahok

57
15095
Gubernur DKI Jakarta, Ahok (Image : tempochannel)

Setelah dicopot jabatannya sebagai Kepala Inspektorat DKI Jakarta, Lasro Marbun tiba-tiba mendatangi Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin sore (30/11/2015).

Gubernur DKI itu mengungkapkan bahwa kedatangan Lasro untuk mengetahui alasan mantan bawahannya itu dicopot dari jabatannya setingkat eselon II.

“Ya dia (Lasro) tanya saja, salah apa sampai diberhentikan,” kata Ahok setelah menerima Lasro di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/11/2015).

Kepada Lasro, Ahok menjelaskan pencopotan Lasro karena diduga terlibat pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) pada APBD Perubahan tahun 2014.

“Saya bilang BPK sudah cerita semua, kamu ngomong (diperiksa) sama BPK kok nggak bikin tertulis?” katanya.

Lebih jauh, mantan Bupati Belitung Timur itu juga menjelaskan pencopotan Lasro tidak terlepas ketika dirinya diperiksa BPK RI soal pembelian lahan di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.

Ahok mengungkapkan, dalam pemeriksaan yang dilakukan tim auditor BPK RI beberapa waktu yang lalu, ada auditor yang mencurigai Ahok mengamankan kasus UPS dengan cara memberikan jabatan kepada Lasro.

“BPK tes, kalau berhentiin bapak (Lasro), bapak nyanyi nggak, ribut nggak? Ya gue tes,” kata Ahok.

Larso tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan saat dirinya ditemui awak media.Ketika ditanya wartawan dia hanya menjawab singkat.

“Terimakasih,” kata Lasro.

Untuk diketahui, pada Jumat (27/11/2015) selain mencopot Lasro, Ahok juga mencopot Andi Baso Mappapoleonro dari jabatan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI. Baik Lasro dan Andi Baso diduga terlibat dalam kasus pengadaan UPS.

Posisi Lasro sekarang diduduki Meri Ernahani. Meri sebelumnya menjabat Asisten Deputi Gubernur Bidang Industri Perdagangan dan Transportasi. Sedangkam Andi Baso digantikan Junaedi yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dewan Pengurus Kopri DKI Jakarta.

57 comments

× You need to log in to enter the discussion
1 4 5 6