Kualitas Udara Jakarta Makin Buruk, Kesehatan Warga Terancam

0
145

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia melaporkan bahwa 60 persen masyarakat Jakarta mengidap penyakit yang bersumber dari buruknya kualitas udara.

Hasil penelitian itu tidaklah terlalu mengejutkan apabila dilihat dari kondisi lingkungan di Jakarta sendiri. Bertambahnya populasi kendaraan bermotor tak dibarengi dengan pertumbuhan ruang terbuka hijau di Jakarta. Akibatnya, terus memburuknya kualitas udara Jakarta membuat warga yang terkena kanker terus meningkat.

Arry Harryanto Reksodiputro, seorang Dokter penyakit Kanker Rumah Sakit Dharmais, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, pertumbuhan kendaraan dan berkurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta, membuat pasien kanker khususnya kanker saluran pernafasan bertambah.

Indikasi meningkatnya jumlah penderita kanker di jakarta terlihat dari tidak tertampungnya pasien kanker di RS Dharmais dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Terlebih, ‎pertumbuhan pengguna kartu Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS), pasien kanker semakin tinggi.

Untuk itu, kata Arry,pihaknya dengan tim dokter kanker RS Dharmais dan RSCM bekerjasama dengan RS Sahid Sahirman menyediakan pelayanan hematologi dan kanker paripurna berfasilitas diagnotis terkini (MRI dan CT-Scan) yang dapat membantu menegakan diagnosis secara tepat dan cepat.

“Kami ini dari RS kanker Dharmais dan RSCM. Kami mewakili mereka dan tentunya membantu mereka dalam melayani kanker,” kata Arry Harryanto Reksodiputro dalam seminar peresmian pusat pelayanan hematologi-onkologi medik Sahid Sahirman Hematology dan Cancer Center di Hotel Sahid, Sabtu (7/11/2015).

Arry menjelaskan, kanker merupakan ‎penyebab kematian nomor tujuh (5,7%) di Indonesia. Penyakit kanker masih sulit untuk ditangani karena sifatnya yang heterogen dan berdampak pada seluruh organ tubuh.

Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan multi disiplin serta penanganan yang komprehensif, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pengobatan kuratif, rehabilitative hingga paliatif.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion