Keluarga Korban MH370 ingin Lebih Banyak puing-puing dipelajari

0
2182
Grace Nathan, kiri, Malaysia dan Jiang Hui Be dari Cina berbicara dengan media pada Senin, September 12, 2016, di Canberra, Australia, setelah bertemu para pejabat Australia untuk mengkoordinasikan pencarian pesawat MH 370 yang hilang. Keduanya kehilangan ibu mereka dalam tragedi tersebut. Beberapa kerabat dari 239 penumpang dan awak hilang Malaysia Airlines MH370. (AP Photo/Rod McGuirk)


Beberapa kerabat dari 239 penumpang dan awak hilangnya penerbangan Malaysia Airlines 370, menginginkan lebih banyak lagi puing-puing diperiksa untuk menentukan area pencarian baru.

Malaysia, China dan Australia sepakat pada bulan Juli bahwa pencarian di Samudera Hindia selatan akan ditangguhkan setelah pemeriksaan sepanjang 120.000 kilometer persegi telah diperiksa secara menyeluruh dengan peralatan sonar laut dalam dengan tidak adanya bukti baru yang kredibel yang bisa meng-identifikasi lokasi pesawat.

Delapan keluarga penumpang yang hilang bertemu dengan para pejabat Australia yang meng-koordinasi pencarian sebagai wakil Malaysia menyatakan frustrasi bahwa mereka tidak diberi definisi tentang apa yang merupakan bukti baru yang kredibel yang akan mengakibatkan kelanjutan dari pencarian.

Pemburu reruntuhan Amerika, Blaine Gibson menghadiri pertemuan di markas Australia Biro Keselamatan Transportasi dengan kerabat penumpang dari Malaysia, Cina, Australia dan Indonesia dan menyerahkan ke penyidik ​​lima buah potensial puing-puing yang ia ditemukan di pantai Madagaskar. Dua dari potongan tersebut dalam kondisi gosong/terbakar, yang dapat mengindikasikan bencana kebakaran di kapal, katanya.

Gibson sebelumnya menemukan panel dari pesawat 370 di Mozambik. Malaysia belum mengumpulkan puing-puing potensial lain yang telah ditemukan Blaine terdampar di Madagaskar sejak Juni dan diserahkan kepada pihak berwenang di sana.

“Saya berharap bahwa pencarian akan terus dilanjutkan dan menurut pendapat amatir saya ini merupakan bukti baru dan bukti kuat untuk menjustifikasi penlanjutan pencarian,” kata Gibson.

Beberapa potongan puing dikonfirmasi telah terdampar di Samudera Hindia barat, dan keluarga percaya barang-barang lainnya yang belum diperiksa mungkin dapat memberikan petunjuk ke lokasi pesawat.

Rahmat Nathan, warga Malaysia yang ibunya berada di Boeing 777 yang menghilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, ke Beijing pada tanggal 8 Maret 2014, mengatakan pemerintah harus berkoordinasi untuk pencarian puing-puing dan menggunakan pemodelan untuk mendefinisikan area baru untuk pencarian setelah pencarian saat ini akan selesai pada bulan Desember.

“Kami ingin memanggil tiga negara – Australia, Cina dan Malaysia – untuk membuat upaya bersama dan mencari informasi baru yang kredibel,” kata Nathan.

“Ini sangat mengesankan bahwa salah satu warga perorangan, Blaine Alan Gibson, telah berhasil menemukan hingga 15 serpihan pesawat dan kami berharap bahwa ketiga negara tersebut melakukan sesuatu yang lebih daripada hanya berharap bahwa orang-orang akan secara kebetulan menemukan lebih banyak puing-puing,” tambahnya.

Biro Keselamatan Transportasi Australia membuat konfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah menerima puing-puing dari Gibson dan mencari nasihat dari Malaysia tentang bagaimana Australia akan melanjutkan penyelidikan ini.

Jennifer Chong, seorang warga dua negara Malaysia-Australia yang berbasis di Melbourne dimana suaminya adalah salah satu penumpang kapal Penerbangan 370, bertanya-tanya mengapa Malaysia tidak mengirimkan diplomat ke pertemuan lima jam dengan para pejabat pencarian Australia. Sedangkkan China dan Indonesia mengirimkan diplomat untuk mendukung warganya.

Ahli kelautan menganalisa potongan pertama dari puing-puing yang ditemukan, sayap dikenal sebagai flaperon yang terdampar di Pulau Reunion di pantai Afrika pada bulan Juli tahun lalu – 16 bulan setelah pesawat itu hilang – dengan harapan dapat mempersempit pencarian area berikutnya melalui pemodelan drift.

Sebuah sayap ditemukan di Tanzania juga sedang diperiksa di kantor pusat Biro Keselamatan Transportasi Australia untuk mencari petunjuk lebih lanjut. Pejabat pencarian menduga bahwa akan ada lebih banyak potongan atau puing-puing Penerbangan 370 yang akan muncul di bulan depan.

Sheryl Keen, ketua Kecelakaan Air Support Group, yang mendukung keluarga selama seminggu mereka di Australia, memanggil Malaysia untuk mengumpulkan puing-puing yang ditemukan oleh Gibson di Madagaskar dan mempertimbangkan menyerahkan tanggung jawab untuk pencarian ke Australia.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion