Kelompok Abu Sayyaf Ancam Penggal Sandera Asal Norwegia dan Kanada Pada 13 Juni.

0
1391
Robert Hall dalam screen shot video permintaan tebusan terakhir Abu Sayyaf .

Kelompok Abu Sayyaf memberikan batas waktu kepada Pemerintah Filipina sampai tanggal 13 Juni 2016 untuk segera memberikan uang tebusan sebesar 600 Juta peso atau sekitar Rp 171,3 miliar untuk sandera warga negara Norwegia dan Kanada.

Ancaman terbaru Abu Sayyaf ini muncul dalam video yang memperlihatkan sandera asal Kanada, Robert Hall yang memohon agar Pemerintah Kanada membayar tebusan guna menyelamatkan nyawanya.

Robert Hall yang tampak kurus dan ketakutan mengatakan bahwa dia akan dieksekusi penggal pada 13 Juni 2016 pukul 15.00 waktu Filipina jika tuntutan kelompok Abu Sayyaf tidak dipenuhi.

Video ancaman Abu Sayyaf ini ditemukan situs kelompok intelijen SITE, pada hari Minggu.

”Saya mengimbau kepada Pemerintah (Kanada) dan Pemerintah Filipina, seperti yang telah saya imbau sebelumnya, untuk menolong,” kata Robert Hall dengan suara tenang tapi monoton, di mana di belakangnya terdapat sekelompok pria bersenjata mengenakan penutup muka.

Video ini diunggah kelompok Abu Sayyaf pada tanggal 13 Mei 2016 atau sekitar tiga minggu setelah kelompok itu mengeksekusi sandera asal Kanada yang lainnya, John Ridsdel.

Robert Hall dan sandera asal Norwegia, Kjartan Sekkingstad, mengenakan baju oranye, mirip dengan sandera dalam video yang dibuat kelompok Islamic State atau ISIS di Timur Tengah.

Sementara itu, juru bicara Depertemen Urusan Global Kanada, Rachna Mishra, mengatakan bahwa pihaknya menyadari adanya video ancaman itu. Namun, pemerintah tidak akan berbicara secara terbuka perihal masalah tersebut.

”Prioritas pertama pemerintah adalah keselamatan dan keamanan warganya dan karena itu kami tidak akan berkomentar atau memberikan informasi apa pun yang dapat membahayakan upaya-upaya atau membahayakan keselamatan para sandera yang tersisa,” katanya dalam sebuah pernyataan email, seperti dikutip National Post.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion