Keberagaman ‘Sumber Kekuatan’ di Indonesia: Jokowi

114
1570
Demi persatuan - Presiden Joko "Jokowi" Widodo (depan, kanan) di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 8 Januari memanggil seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan dalam sambutannya untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad. Komandan Militer Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo dan Polri Jenderal Tito Karnavian menghadiri acara yang dipandu oleh Habib Muhammad Luthfi (depan, kiri), seorang ulama dari Pekalongan. (JP/Suherdjoko)


Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah mengingatkan semua orang di Indonesia bahwa keragaman adalah karunia dari Allah yang dimana harus kita syukuri bersama.

Berbicara di Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari Minggu selama Maulid Nabi, peringatan kelahiran Nabi Muhammad, Presiden mengatakan bahwa keragaman bahkan bisa menjadi sumber daya jika semua penduduk Indonesia bisa mempertahankan persatuan mereka.

“Rasulullah [Nabi Muhammad] telah memberikan contoh dalam keterlibatan dalam politik. Dia pernah membuat kontrak politik dengan semua elemen dan komponen masyarakat melalui Piagam Madinah, yang bertujuan untuk menjaga persatuan mereka. Islam memberikan penghormatan terhadap keragaman kelompok etnis dan sosial, “kata Jokowi di Sholawat Gedung Kanzus di Pekalongan.

“Indonesia memiliki lebih dari 700 kelompok etnis dengan 1.100 bahasa daerah dan ini menunjukkan keberagaman. Keragaman adalah hadiah dari Tuhan dimana kita harus selalu bersyukur atas keragaman tersebut. Kami memiliki 34 provinsi dan 516 kabupaten dan kota. Mari kita menjaga persatuan kita. Kita membutuhkan persatuan. ‘NKRI Harga Mati!’ kata Presiden.

Menunjukkan loyalitas - Ratusan siswa dari pesantren mendengarkan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dengan penuh perhatian selama perayaan Maulid Nabi di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 8 Januari saat mereka menampilkan banner merah-putih dihiasi dengan pesan: "NKRI Harga Mati”. (JP/Suherdjoko)
Menunjukkan loyalitas – Ratusan siswa dari pesantren mendengarkan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dengan penuh perhatian selama perayaan Maulid Nabi di Pekalongan, Jawa Tengah, pada 8 Januari saat mereka menampilkan banner merah-putih dihiasi dengan pesan: “NKRI Harga Mati”. (JP/Suherdjoko)

Jokowi mengatakan bahwa media sosial sekarang telah menjadi musuh berwujud. Setiap orang kini memiliki telepon seluler melalui mana semua informasi tersedia.

“Beberapa informasi benar, tetapi beberapa lainnya adalah palsu. Ada informasi yang mengandung fakta yang akurat, namun beberapa informasi lain menyebar fitnah. Ada informasi yang benar, tetapi beberapa di antaranya adalah fitnah. Dunia [informasi] terbuka sangat lebar. Informasi harus dipilih. Jika tidak, akan memecah belah kita, “kata Jokowi dalam acara yang dipandu oleh Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, seorang ulama dari Pekalongan.

114 comments

× You need to log in to enter the discussion
1 10 11 12