Jokowi memperingatkan pengusaha untuk bergabung amnesti pajak

1
2729
Presiden Joko "Jokowi" Widodo, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden pada 16 Februari (Antara/Wahyu Putro A)


Presiden Joko “Jokowi” Widodo secara resmi mengundang pengusaha untuk kedua kalinya untuk mengambil bagian dalam amnesti pajak andalan pemerintah dimana program akan berakhir dalam sebulan.

Berbicara kepada ribuan pelaku bisnis, Jokowi mengatakan, pemerintah mengadakan kampanye publik sebagai bentuk “perpisahan” dengan amnesti pajak untuk mengingatkan bahwa bulan Maret akan menjadi kesempatan terakhir mereka untuk menyatakan aset mereka dan menikmati tarif penalti rendah pada 5 persen.

“Ini adalah kesempatan terakhir, saya akan mengingatkan Anda. Kementerian Keuangan sedang mempersiapkan peraturan pemerintah untuk yang memutuskan untuk tidak bergabung dengan amnesti pajak, “katanya, Selasa, merujuk pada upaya penegakan hukum yang akan dilakukan setelah program berakhir sebagaimana diatur dalam Hukum Pajak Amnesty.

Pasal 18 dalam Amnesty UU Pajak menetapkan bahwa semua aset yang tidak dideklarasikan dimiliki antara 1 Januari 1985 dan 31 Desember 2015 akan dianggap sebagai penghasilan tambahan dan dikenakan penalti mahal, bahkan tiga tahun setelah program selesai.

Pada hari Rabu, pembayaran penalti di amnesti pajak mencapai Rp 105 triliun dari target Rp 165 triliun. Sementara itu, total aset dinyatakan mencapai Rp 4,41 kuadriliun dengan Rp 145 triliun dicatat sebagai pemulangan.

Dalam pidatonya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengharapkan layanan yang lebih baik dari petugas pajak dalam amnesti pajak dimana masih ada beberapa masalah teknis di lapangan yang bisa mencegah pembayar pajak dari mengikuti program ini. (BBN)

One comment

× You need to log in to enter the discussion