Jangan Bungkus Daging Qurban Dengan Kresek Hitam

0
211

Hati-hati membungkus makanan dengan kresek hitam. Apa pasalnya.? Kresek hitam umumnya terbuat dari hasil daur ulang limbah kimia plastik. Hl itu disampaikan oleh Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono, mengimbau agar masyarakat menggunakan plastik atau kresek putih jernih untuk membungkus daging kurban. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesehatan daging yang telah dipotong-potong supaya tetap layak konsumsi.

“Jangan pakai kresek hitam. Karena umumnya kresek berwarna hitam adalah hasil daur ulang limbah kimia plastik,” tuturnya, Selasa (22/9/2015). Ia menjelaskan, pewarna hitam atau karbon yang terdapat dalam kresek dapat bersifat karsinogenik, yaitu merangsang tumbuhnya sel kanker dalam tubuh.

Selain itu, masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada proses pemotongan daging seusai penyembelihan. Antara lain petugas harus memeriksa keadaan organ dalam hewan.

Jika terdapat keganjilan pada organ tersebut, disarankan agar petugas menghubungi ahli kesehatan ternak. Misalnya, pada hati sapi terdapat totol-totol. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan indikasi bahwa sapi yang disembelih menderita cacing hati.

Petugas pun dilarang memotong daging sambil merokok. Karena daging yang baru diiris sangat peka terhadap bau. “Kalau petugasnya merokok, daging bisa tercemar aroma rokok yang tidak sedap,” papar Nanung.

Masyarakat khususnya di daerah kota tidak boleh mencuci jeroan hewan di sungai. Karena sungai di perkotaan umumnya telah tercemar oleh limbah. Baik dari rumah sakit, rumah pemotongan hewan, perkantoran, dan lain-lain.

Jika masyarakat hendak menyimpan daging di freezer, sebaiknya daging dipotong-potong kecil. Karena pemotongan yang kecil akan memudahkan penyegaran kembali daging beku. Dengan begitu zat gizinya bisa terjaga dengan baik.

Dekan Falultas Peternakan UGM, Ali Agus juga mengemukakan hal-hal yang harus diperhatikan pada saat penyembelihan hewan. Antara lain, penyembelihan harus menggunakan alas, agar tubuh hewan tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan.

Petugas dilarang keras menguliti, menusuk jantung, dan memotong bagian tubuh sebelum hewan kurban benar-benar mati. Untuk mengeceknya, bisa dengan melihat mata hewan. Jika matanya sudah tidak bergerak, artinya hewan sudah mati.

Petugas juga harus menyembelih hewan di tempat yang terpisah. Sehingga hewan yang masih hidup tidak melihat proses penyembelihan. “Nanti kalau hewan itu lihat temannya disembelih, dia pasti sedih. Bahkan bisa ketakutan dan stres saat lihat darah berceceran,” kata Ali. Kondisi ini tentu saja mengganggu kesehatan hewan. Kemudian akan berpengaruh terhadap kualitas daging.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion