Jaksa KPK Hadirkan Surya Paloh Dalam Sidang Rio Capella

0
358
Surya Paloh.
Surya Paloh. (image : Antara/Teguh Imam W)

Jaksa Penuntut Umum KPK akan menghadirkan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dalam sidang Rio Capella yang akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta dalam sidang lanjutan mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Patrice Rio Capella akan digelar hari ini, Senin (23/11/2015).

Hal itu diungkapkan oleh Maqdir Ismail selaku kuasa hukum Rio. “Saya tahu panggilan untuk beliau (Surya Paloh) sudah dikirim, tapi saya tidak tahu beliau akan hadir atau tidak,” katanya.

Surya Paloh sebelumnya telah menjadi saksi untuk Rio Capella pada tahap penyidikan kasus dugaan suap tersebut di KPK pada 23 Oktober 2015 lalu. Setelah diperiksa, Surya Paloh mengaku dikonfirmasi mengenai uang Rp200 juta yang diterima Rio dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti.

Jaksa KPK juga akan menghadirkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, Clara Widi Wiken kakak kandung Fransisca Insani Rahesti dan Ramdan Taufik Sodikin selaku supir pribadi istri Gatot Pujo, Evy Susanti. Sidang yang dipimpin Hakim Artha Theresia Silalahi rencana akan dibuka pukul 09.00 WIB.

Seperti diketahui, dalam sidang sebelumnya mencuat fakta bahwa, Rio menerima uang dari Evy melalui Fransisca Insani Rahesti alias Sisca teman kuliah Rio yang saat itu magang di kantor hukum OC Kaligis. Uang tersebut diserahkan langsung oleh Sisca kepada Rio di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Mantan Sekjen PArtai NasDem itu didakwa menerima uang Rp200 juta dari Gatot dan Evy. Uang itu untuk memuluskan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan korupsi Dana Bansos, Bantuan Daerah Bawahan, Bantuan Operasional Sekolah, tunggakan Dana Bagi Hasil, dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Provinsi Sumatera Utara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

Atas perbuatannya, Rio diancam pidana Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Gatot Pujo dan Evy selaku pemberi disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a, huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion