Iseng, Anak SMA Hack Situs Pentagon

0
2591

Seorang pelajar setingkat SMA di Amerika Serikat bernama David Dworken berhasil membobol situs Departemen Pertahanan AS hanya dalam waktu 10 – 15 jam saja. Itupun dilakukan disela – sela waktu senggang di sekolahnya hanya dengan menggunakan laptop.

Dworken menemukan setidaknya ada enam celah keamanan yand ditemukan yang memungkinkan peretas untuk mengubah tampilan situs, mencuri sejumlah informasi tentang akun yang terkait situs tersebut.

Namun Dworken tak mendapatkan ganjaran apa-apa, karena yang ditemukannya itu sudah sempat dilaporkan sebelumnya oleh peserta yang mengikuti kompetisi “Hack the Pentagon”.

Meski begitu, Ramaja yang baru lulus SMA itu mengatakan bahwa ia sempat ditawari beberapa tempat magang yang potensial berkat keberhasilannya.

Tak hanya itu, Dworken juga mendapatkan pujian dari seorang Sekretaris Departemen Pertahanan setempat, Ash Carter karena sudah membantu menemukan celah keamanan sebelum diketahui oleh pihak oposisi.

“Kita tahu bahwa peretas yang disponsori oleh negara dan peretas bertopi hitam ingin menantang dan mengekspoitasi jaringan kami,” kata Carter pada sebuah acara seremonial.

Dworken berencana melanjutkan studinya mengambil jurusan ilmu komputer di Northeastern University. Ini bukan pertama kalinya Dworken menemukan celah keamanan dalam sebuah situs. Sebelumnya, ia mengaku sempat melakukan hal yang sama pada situs sekolahnya saat berumur 10 tahun.

Sebagai informasi, pada bulan awal April lalu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengadakan lomba “Hack the Pentagon”. Sesuai namanya, dalam ajang ini peserta ditantang agar membobol sistem keamanan Pentagon untuk keperluan identifikasi dan mengatasi celah keamanan dari sejumlah website Departemen Pertahanan.

Ini merupakan program berhadiah yang pertama kali diadakan dalam sejarah pemerintah federal. Lomba yang dimulai pada 18 April 2016 dan berakhir pada 12 Mei 2016 tersebut, diikuti oleh lebih dari 1.400 peserta dan berhasil menemukan 138 celah keamanan.

Departemen Pertahanan AS menghabiskan dana hingga US$150.000 (sekitar Rp2 miliar) untuk mengadakan lomba ini. US$75.000 (sekitar Rp998 juta) di antaranya diberikan untuk para peretas yang berhasil menemukan celah keamanan pada website Departemen Pertahanan.

“Ini bukan jumlah yang kecil. Tetapi jika kita menempuh proses normal dengan cara menyewa perusahaan luar untuk melakukan audit keamanan dan kerentanan, seperti yang biasanya kita lakukan, itu akan memakan biaya lebih dari US$1 juta (sekitar Rp13,3 miliar),” kata Carter.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion