Gubernur DKI Jakarta, Ahok, dinyatakan bersalah dengan Hukuman 2 Tahun Penjara

124
1792
Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama memasuki ruang sidang saat dia menghadiri sidang vonis di Jakarta, Indonesia, Selasa, 9 Mei.


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang biasa dikenal dengan Ahok, telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara, setelah dinyatakan bersalah melakukan penghujatan dalam sebuah persidangan yang dilihat sebagai ujian toleransi agama di Indonesia.

Pada bulan April, jaksa menuntut penghujatan dihilangkan dengan imbalan tuduhan “menyebarkan kebencian” yang lebih rendah, namun para hakim tampaknya telah mengabaikan rekomendasi tersebut.
Politisi Kristen China yang kontroversial itu diadili pada bulan Desember karena tuduhan bahwa dia menghina Islam sambil berkampanye untuk mempertahankan perannya. Gubernur DKI Jakarta ‘Ahok’ membantah tuduhan tersebut.
Hampir tidak ada seorang pun yang telah dikenai hukuman karena hukum penghujatan yang pernah lolos dari hukuman, profesor politik Indonesia di Universitas Nasional Australia Greg Fealy mengatakan kepada CNN.

“Hukum penghujatan telah benar-benar menjadi suatu hal busuk dalam aturan hukum dan demokrasi di Indonesia selama beberapa dekade,” katanya, menambahkan “fakta bahwa Ahok dikenai hukuman merupakan produk dari demonstrasi jalanan yang membuat pemerintah takut dan terpaksa harus mengambil tindakan. ”
Pada bulan November, Ahok mengutip sebuah ayat dari Quran untuk membuktikan kepada pendukungnya bahwa tidak ada batasan pada Muslim yang memilih politisi non-Muslim.

Sejak rekaman video sambutannya dirilis, ratusan ribu orang Muslim Indonesia memprotesnya di jalanan Jakarta, dengan banyak orang memanggil untuk memenjarakan dia.

Sebuah pukulan untuk toleransi beragama

Putusan tersebut terjadi kurang dari sebulan setelah Ahok kehilangan kesempatan untuk terpilih kembali sebagai gubernur DKI Jakarta, akibatnya beberapa ahli mengkaitkan hasil tersebut dengan persidangannya yang sedang berlangsung.
Serta menjadi minoritas etnis Tionghoa Indonesia, gubernur juga seorang Kristen.
Ia dikalahkan oleh mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia Anies Baswedan, seorang Muslim, dalam sebuah kampanye yang disebarkan melalui ketegangan agama.
Pada hari pemilihan, dewan redaksi Jakarta Post menggambarkan kampanye tersebut sebagai kampanye “yang paling kotor, paling polarisasi dan memecah belah” yang pernah ada di Indonesia.
Fealy mengatakan bahwa tuduhan kepada Ahok merupakan pukulan bagi toleransi beragama di Indonesia.
“Kita harus mengakui bahwa Ahok selalu merupakan kasus khusus … (tapi) jika Anda adalah seorang non-Muslim dan Anda mempertimbangkan karir di kehidupan publik, mungkin Anda harus berpikir dua kali untuk itu,” katanya.

124 comments

× You need to log in to enter the discussion
  • Sempat pesimis saat tuntutan aneh JPU. Tapi ternyata hakim bisa memutuskan perkara ini berdasarkan hati murani. Kurang bukti apa tuh bahwa ahok memang menistakan al Quran? Mau banding silahkan tapi tetap ahok harus tinggal di LP. Jangan buat keanehan lagi, masa seorang napi tidak tinggal di LP. Selamat buat djarot yang jadi gubernur DKI tersingkat. Apa mau Jakarta dipimpin seorang napi? Dan hari ini, hukum hanya tajam kebawah mulai bilang sebab yang atas pun mulai tajam. Tetap awasi hukum dinegeri ini. Jangan sampai ada permainan hukum dikasus ini bahkan pastikan sel tahanan ahok tidak mewah seperti yang sudah - sudah.
1 11 12 13