Grup Indonesia Di Balik Plot Penyerangan Singapura Memiliki “Puluhan Anggota”

0
797
Juru bicara kepolisian nasional di Indonesia Boy Rafli Amar berbicara dengan wartawan tentang pengangkapan enam orang tersangka pada hari Jumat karena dicurigai merencanakan serangan roket ke negara tetangga Singapura di markas polisi di Jakarta, Indonesia 8 Agustus 2016. (Reuters Photo/Iqro Rinaldi)


Jakarta – Di hari Senin (08/08) Pemerintah Indonesia mengatakan bahwa mereka telah berhasil menangkap beberapa anggota kelompok radikal Islam pekan lalu, dimana beberapa anggota yang dicurigai merencanakan serangan Singapura adalah bagian dari kelompok yang sudah aktif selama dua tahun dan diyakini memiliki “puluhan anggota”.

Pasukan anti-teroris menangkap enam orang pada hari Jumat, lokasi penangkapan adalah di pulau Batam dimana lokasinya hanya 25 kilometer Selatan dari Singapura. Penangkapan terjadi di tengah memuncaknya kekhawatiran tentang penyebaran ideologi Islam di Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Boy Rafli Amar, sebagai Juru bicara pihak kepolisian mengatakan sebagian besar anggota kelompok ini direkrut secara online dan mendapatkan serta mengambil instruksi langsung dari Bahrun Naim ( warga Indonesia yang telah bergabung Negara Islam (IS) di Suriah).

“Sudah selama dua tahun Kelompok GRD ini beroperasi dan memiliki puluhan anggota,” kata Boy dalam interview di Jakarta, menunjuk kepada kelompok yang bernama Gigih Rahmat Dewa.

“Kelompok ini merupakan perluasan dari visi dan misi Bahrum Naim. Kita harus menganggap mereka sebagai ancaman serius.”

Pihak berwenang Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa sudah  ada puluhan orang yang telah pergi untuk bergabung dengan IS (Islamic State) di Timur Tengah. Pihak keamanan para negara cemas dan takut akan rencana pemimpin IS yang mungkin akan meminta pendukungnya untuk memulai serangan di Asia Tenggara.

Enam orang tersangka berhasil ditangkap oleh tim anti-teroris setelah melacak mereka selama berbulan-bulan di media sosial.

Gigih, 31, dan anggota lain di kelompoknya diyakini telah melakukan kontak langsung dengan Bahrun melalui Facebook.

Polisi mengatakan bahwa Bahrun mendalangi serangan di ibukota, Jakarta, di awal tahun ini yang menimbulkan korban sebanyak empat orang, dan semenjak peristiwa itu tetap terus menginstruksikan orang di media online tentang cara menyusun dan melakukan serangan, cara senjata api beserta bom.

Pihak berwenang mengatakan bahwa mereka sedang berusaha semaksimal mungkin untuk memblokir konten-konten online yang radikal.

Menyusul penangkapan pada hari Jumat, K. Shanmugam selaku Menteri Dalam Negeri Singapura, mengatakan bahwa kelompok tersebut telah merencanakan serangan roket di Marina Bay, kawasan hiburan pusat promenade di tepi laut, ‘Giant ferris wheel’ dan resor kasino megah.

Polisi menyita bahan-bahan bom, panah dan senjata api dari rumah tersangka di Batam. Tapi, kata polisi, tidak ada indikasi dan bukti bahwa serangan roket itu sesuatu yang konkrit melainkan hanya sebuah rencana.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion