Dua Jet Tempur TNI AU Cegat Pesawat Malaysia di Natuna

0
1744
Ilustrasi : militerhankam.com

Sepasang jet tempur TNI Aangkatan Udara mencegat Sebuah pesawat angkut militer Malaysia yang melintas diatas diperairan Natuna pada hari sabtu, 25/6/2016. Pihak otoritas Malaysia sendiri baru mengumumkan insiden tersebut pada hari Minggu (26/6/2016).

Seorang pejabat senior Malaysia kepada AFP menyebutkan, pesawat C-130 Malaysia terbang dari Malaysia barat menuju negara bagian Sabah, Malaysia timur. Pesawat tersebut tetap melanjutkan perjalanan ke Sabah meskipun ada pencegatan oleh dua jet tempur TNI AU.

”Itu (terbang di atas Kepulauan Natuna) adalah rute biasa,” kata pejabat itu.

Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein juga mengkonfirmasi hal tersebut. ”Ya, pesawat itu dicegat oleh dua jet Indonesia,” katanya seperti dikutip dari The Star, Senin (27/6/2016).

Insiden itu terjadi dua hari setelah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kepulauan Natuna. Jokowi dengan para menterinya menggelar rapat kabinet di atas kapal perang setelah terjadi insiden penembakan kapal nelayan China oleh kapal perang Indonesia di Natuna.

Tidak seperti beberapa tetangganya di Asia Tenggara, Indonesia tidak memiliki sengketa maritim dengan China wilayah pulau di Laut China Selatan. Namun, kapal-kapal nelayan China sudah berulang kali memasuki Natuna yang oleh China sendiri sudah diakui bahwa kepulauan itu milik Indonesia.

Hishammuddin mengecilkan insiden tersebut. Menurutnya, Malaysia dan Indonesia menikmati hubungan dekat.

”Saya tidak khawatir karena ini adalah normal dan terjadi di mana-mana di dunia. Jika ada insiden antara kami, kami dapat menangani satu sama lain secara diplomatis. Kami tidak akan membiarkan insiden apapun merusak hubungan kami,” katanya.

Kepulauan Natuna terletak di tengah Laut China Selatan yang memisahkan Semenanjung Malaysia dan negara-negara bagian Sabah, Malaysia dan Sarawak di Pulau Kalimantan.

Indonesia dan Malaysia sejatinya pernah terlibat konflik perebutan wilayah pada tahun 2002. Saat itu Indonesia dinyatakan kalah dalam putusan Mahkamah Internasional tentang status Pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya menjadi milik Malaysia.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion