Distrik di China Ini Akan Bunuh Semua Anjing Peliharaan

0
139

Peraturan ekstrem Pemerintah di satu Distrik Baru Dayang di kota Jinan di bagian China mulai diterapkan. Pemerintah setempat memberi ultimatum kepada warga yang memiliki anjing peliharaan untuk segera membunuh anjing peliharaan mereka atau pemerintah setempat yang akan melakukan eksekusi tersebut. “Buang anjing Anda atau kami akan datang ke rumah Anda dan membunuh mereka di tempat.” Begitu bunyi dari peraturan tersebut.

Peraturan ini tergolong sangat ekstrem, bahkan untuk negara yang mengatur kepemilikan anjing secara ketat sekalipun.

“Tidak ada orang yang diizinkan untuk memelihara anjing jenis apapun,” demikian bunyi pengumuman yang di pasang di gerbang-gerbang kompleks apartemen bertingkat tinggi di wilayah ini.

“Anda tangani sendiri, atau komisi akan mengirim orang ke rumah Anda dan memukul anjing Anda hingga mati di tempat.”

Pemerintah-pemerintah daerah di China sudah pernah melakukan pembantaian binatang sebelumnya, namun biasanya aturan tersebut dilakukan kepada hewan tanpa pemilik. Namun baru kali ini, perintah yang sama diberlakukan kepada anjing yang telah terdaftar dan divaksinasi.

Perintah pembantaian biasanya dipicu oleh berjangkitnya penyakit rabies, yang menewaskan 2.000 warga setiap tahunnya. Namun pemerintah di distrik Dayang ini hanya menyebut pemeliharaan sanitasi lingkungan dan “kehidupan normal bagi semua orang” sebagai alasan di balik keputusan tersebut.

Saat dihubungi, tidak ada orang di kantor pemerintah distrik Dayang yang dapat berkomentar mengenai isu ini.

Namun, seorang pegawai yang tidak disebut namanya, saat diwawancara oleh stasiun televisi lokal bersikeras bahwa perintah ini didasarkan pada keinginan mayoritas warga distrik ini, yang berjumlah lebih dari 1.000 orang.

“Anjing buang air besar di sembarang tempat dan mengganggu orang. Banyak orang mengeluh jadi kami membuat pengumuman untuk menghindari konflik,” ujar pria itu.

Perintah ini menggarisbawahi lemahnya sistem hukum di China terutama yang terkait dengan wewenang polisi dan perlindungan hak milik warga.

Peraturan publik mengenai hewan peliharaan juga hampir tidak ada, seperti keharusan untuk menggunakan tali anjing dan denda bagi pemilik yang tidak membersihkan kotoran anjing mereka.

Walaupun China memiliki hukum yang melindungi spesies yang terancam punah, belum ada hukum yang melindungi binatang dari kekejaman.

Rakyat China tampaknya terbelah dua antara mereka yang mencintai binatang dan mereka yang memandang anjing sebagai ancaman bagi publik.

Memelihara anjing sebagai binatang peliharaan sebelumnya dilarang pada beberapa dekade pertama pemerintah Republik Rakyat China dan dicela oleh para pemimpin Partai Komunis sebagai sesuatu yang berbau borjuis dan berlebihan.

Namun selama 20 tahun terakhir, banyak warga memelihara anjing walaupun masih ada larangan untuk memelihara anjing berukuran besar di daerah perkotaan.

Gerakan membela hak-hak binatang juga bermunculan, dengan para pecinta anjing terkadang memblokir truk-truk yang mengantarkan anjing-anjing ke pasar untuk menjadi sajian bagi sebagian kecil masyarakat yang mau makan daging anjing.

Aktivis membeli anjing dari para penjual untuk mencegah mereka dijadikan makanan sebelum berlangsungnya festival daging anjing di Yulin, daerah otonom Guangxi Zhuang, China.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion