Biaya Logistik di RI Paling Mahal Karena Infrastruktur Buruk

0
328
ilustrasi

Biaya logistik di Indonesia hingga saat ini masih paling mahal di antara negara-negara ASEAN lainnya, dengan besaran 25% dibanding produk domestik bruto (PDB).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Operasional MAX Relocations, Joe Wongso. Dia menjelaskan, tingginya biaya logistik terkendala pembangunan infrastruktur belum maksimal, yang mayoritas masih terpusat di Pulau Jawa.

“Karena infrastruktur kurang, distribusi barang masih di Pulau Jawa. Harusnya (biaya logistik) bisa di bawah 10%, seperti Singapura dan Jepang,” ujarnya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Menurut Joe, pengiriman barang terutama ke wilayah Indonesia bagian timur menjadi sangat mahal karena hanya sekali pergi.

“Luar Jawa mahal apalagi Indonesia timur karena biayanya tak bisa bantu pulang lagi, hanya sekali pergi. Kalau ke timur, konsen dari Jakarta atau Surabaya ke sana, baliknya tidak ada apa-apa ke Jakarta,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut Joe, penggunaan transportasi darat seperti kereta sebagai armada pengangkut barang bisa meringankan biaya logistik.

“Kita sudah gunakan kereta, baik juga kapal sehingga mengurangi biaya tracking guna menekan cost transportasi sebanyak 10%-15%,” pungkasnya.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion