BI Tak Cemas Meskipun Dollar Tembus Rp 14.000/USD

1
605
Image: rizaldp.wordpress.com

Nilai tukar rupiah yang terus merosot menembus Rp 14.000/USD bukan suatu hal yang mengkhawatirkan. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo. Menurut Agus Martowardojo pelemahan nilai tukar rupiah atas USD hanya bersifat sementara.

Dia juga menjelaskan tren pelemahan hingga sempat diatas 14.000/USD disebakan karena isu kenaikan tingkat suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) pada pertemuan Federal Market Open Committe (FOMC) pada pertengahan bulan ini.

“Nilai tukar rupiah tidak mengkhawatirkan. Dampak ini lebih disebabkan dari kondisi luar negeri, khususnya karena AS akan naikkan Fed Rate (suku bunga bank sentral AS),” ujar Agus di Jakarta, Senin (14/12/2015).

Agus juga menambahkan  periode tingkat suku bunga The Fed selama tujuh tahun terakhir yang berada di kisaran nol sampai 0,25% akan berakhir di bulan ini. Menurutnya akan ada kenaikan suku bunga secara berkala setelahnya.

“AS akan berkala menaikkan suku bunga perkuartal. Dari 0,25% sampai 1-1,25% di akhir tahun 2016. Nantinya akan naik lagi 2,25% di tahun 2017,” sambungnya

Meski demikian, sentimen negatif yang diberikan dari isu tersebut, Dia memprediksi hanya bersifat sementara. Bank Indonesia selaku bank sentral menegaskan akan tetap menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

“Ini sifatnya hanya temporary. BI tetap akan menjaga dengan terus berada di pasar,” tandasnya.

One comment

× You need to log in to enter the discussion