Bank Dunia : RI Rugi Rp226 Triliun Akibat Kebakaran Hutan

122
1874
image: harianterbit.com

Bank Dunia melaporkan bahwa Indonesia harus menderita kerugian senilai USD16,1 miliar atau Rp226,37 triliun akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda beberapa wiayah di Indonesia sepanjang tahun 2015.

Jumlah kerugian itu setara 1,9 persen dari total PDB Indonesia, dan setara dengan dua kali lipat biaya rekonstruksi Aceh pasca bencana Tsunami pada tahun 2004 silam.

Kebakaran hutan yang terjadi sepanjang 2015 telah berdampak pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di beberapa daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional pun turut terhambat karena menurunnya nilai produksi dan distribusi dari daerah yang terkena dampak kebakaran hutan.

Oleh karena itu, World Bank mengimbau pemerintah dapat memanfaatkan anggaran belanja pada 2016 untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi secara nasional, khususnya pada daerah yang terkena dampak dari kebakaran hutan. Belanja pemerintah ini disarankan untuk digunakan pada tiga sektor utama yaitu infrastruktur, layanan kesehatan, dan program bantuan sosial.

“Karena itu, sangat dihargai komitmen anggaran akan investasi publik yang lebih banyak untuk infrastruktur, layanan kesehatan, dan program bantuan sosial,” ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/12/2015).

Kalimantan merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak dari kebakaran hutan pada 2015. Hal ini dikarenakan terganggunya proses produksi dan distribusi hasil tambang sumber daya alam akibat kebakaran hutan. Menurut data World Bank, PDB Kalimantan turun hingga 1,2 persen pada kuartal III-2015.

Untuk itu, Bank Dunia mengingatkan agar Pemerintah Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi pada berbagai daerah di Indonesia agar tidak kembali tertekan oleh kebakaran hutan serta bayangan pelemahan ekonomi China pada 2015.

122 comments

× You need to log in to enter the discussion
1 11 12 13