Akun Facebook Yang Diduga Broker Pertemuan Jokowi – Obama Menghilang

0
264

Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu meninggalkan isu tak sedap. Presiden Jokowi dokabarkan harus menggunakan jasa konsultan untuk bisa bertemu dengan Presiden AS Barack Obama.

Pereira International PTE LTD yang dipimpin oleh Derwin Pereira adalah  adalah perusahaan jasa konsultan PR asal Singapura yang digunakan untuk mengatur pertemuan itu

Untuk mendapatkan konfirmasi langsung, sejumlah awak media berusaha menelusuri dan menghubungi Derwin Pereira melalui akun Facebooknya, Dewin Pereira Media Journal.

Akun Facebook tersebut memang aktif memposting berbagai berita perpolitikan di Tanah Air mulai dari zaman Orde Baru hingga Era Reformasi, bahkan beberapa berita postingan terkahir update  hingga hari Sabtu (7/11/2015) pagi.

Beberapa pertanyaan konfirmasi juga sempat disampaikan wartawan salah satu portal berita online ternama melalui pesan Facebook pagi itu. Beberapa pertanyaan diantaranya terkait pencantuman nama Derwin Pereira dalam artikel berjudul ‘Waiting in the White House lobby’ yang ditulis Michael Buehler.

Kejanggalan muncul pada Sabtu siang, laman akun Facebook pribadi Dewin Pereira Media Journal, langsung hilang dan tutup, konten dari laman akun Facebook tersebut saat ini sudah tidak tersedia dan hilang.

Untuk diketahui Dewin Pereira adalah mantan wartawan media Singapura, Strait Times.  Derwin Pereira sempat menjabat sebagai Kepala Biro Strait Times di Indonesia, bertugas ketika kejatuhan presiden Suharto pada 1998. Tidak mengherankan apabila Derwin cukup paham dinamika politik yang terjadi di Indonesia.

Dalam artikel Waiting in the White House lobby yang ditulis Michael Buehler tersebut dijelaskan bahwa Pereira pernah berhubungan dengan Luhut Panjaitan (Saat ini menjabat Menkopolhukan). Dia pernah menulis dan mewawancari Luhut Panjaitan untuk The Straits Times selama menjadi duta besar Indonesia untuk Singapura 1999-2000. Setelah di Indonesia, Pereira ditempatkan di Washington, hingga kemudian mengundurkan diri untuk mendirikan perusahaan konsultan sendiri.

Dalam artikelnya, Buehler mengutip dokumen per 8 Juni 2015 yang dibuka ke Kementerian Kehakiman AS per 17 Juni 2015. Dokumen itu menyatakan bahwa konsultan Singapura, Pereira International PTE LTD, telah menyepakati kerja sama dengan R&R Partner’s Inc, pelobi asal Las Vegas, AS, senilai US$80.000.

Dengan kesepakatan itu, R&R Partner’s akan bekerja sebagai konsultan bagi para pejabat RI, yang membantu untuk mendapatkan akses ke Washington, dalam rangka kunjungan Presiden Joko Widodo ke AS. R&R Partner’s juga akan mengomunikasikan pentingnya RI bagi AS di sektor keamanan, perdagangan, dan ekonomi, kepada orang-orang berpengaruh di Gedung Putih.

There are no comments yet

× You need to log in to enter the discussion