Aktivis Memprotes Kekerasan Aparat Terhadap Petani Jawa Barat

41
1469
Pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. (BIJB / bijb.co.id)


Seratus aktivis dari berbagai organisasi telah mengirim surat kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk memprotes dugaan kekerasan oleh aparat keamanan di sebuah desa Jawa Barat di mana pembangunan bandara direncanakan.

Insiden ini dilaporkan terjadi pada hari Kamis di desa Sukamulya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Perkelahian meletus ketika sekitar 2.000 personil dari militer Indonesia, Polri dan Badan Ketertiban Umum dikerahkan ke desa untuk mengamankan kegiatan pengukuran luasan lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemerintah berencana untuk membangun Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), juga dikenal sebagai Bandara Internasional Kertajati di daerah tersebut.

Menurut Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), warga memprotes upaya dan polisi menangkap enam orang. Puluhan orang dilaporkan terluka setelah dipukuli, dengan satu orang mendapatkan cedera di bagian kepala.

Para aktivis ingin pemerintah untuk menghentikan apa yang mereka sebut dengan “represi” polisi dan untuk melepaskan para petani yang ditahan. “Kami juga ingin pemerintah untuk menilai kembali perencanaan untuk perpanjangan landasan pacu, karena pemerintah bisa menghindari penggusuran paksa warga desa Sukamulya jika direncanakan ekstensi di sisi lain dari bandara,” kata surat itu.

Sebelumnya, juru bicara Polda Jawa Barat Kombes. Yusri Yunus mengatakan beberapa warga desa telah memprotes kegiatan pengukuran. “Warga melemparkan batu dan kami terpaksa melemparkan kembali gas air mata kepada mereka,” katanya, Kamis, seperti dikutip tempo.co. Yusri mengatakan beberapa warga desa yang menolak untuk menjual tanah mereka telah memprovokasi orang lain untuk memprotes.

Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk pengadaan tanah di Sukamulya pada bulan Agustus, tetapi setiap upaya untuk mengukur tanah itu bertemu dengan protes ari warga.

Bupati Majalengka Sutrisno mengatakan bandara akan menjadi magnet investasi bagi tetangga Cirebon.

KPA mengatakan proyek bandara didefinisikan dalam Peraturan Presiden Nomor 3/2016 sebagai proyek transportasi umum, tetapi pada kenyataannya, akan menjadi proyek pembangunan kota yang disebut Aerocity Kertajati. KPA mengatakan total lahan untuk pembangunan perkotaan adalah 5.000 hektar, 1.800 ha yang akan untuk bandara dan 3.200 ha yang akan untuk pengembangan kota baru.

“Sementara proyek ini sedang berlangsung, sawah dan perumahan telah berubah menjadi proyek. Desa Sukamulya adalah satu-satunya desa yang berdiri tanah dan menolak untuk pindah. Ada 1.478 keluarga yang menolak untuk pindah, membela sekitar 500 hektar lahan, “kata KPA.

KPA mengatakan selain Sukamulya 10 desa lainnya yang akan terdampak oleh proyek ini.

41 comments

× You need to log in to enter the discussion
1 3 4 5